Hindarkan Perpecahan di Dunia Serba Digital

0
204
Bupati Jepara saat memberikan sambutan dalam upacara hari kebangkitan nasional. (Foto: Dok. Diskominfo Jepara)

JEPARA – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengingatkan kepada para anak muda kreatif agar tidak mudah terpecah-belah. Di era sekarang ini yang didukung kemudahan teknologi dan informasi, menuntut semua penduduk usia produktif agar tidak membuang-buang waktu mengejar ketertinggalan dengan bangsa lain. Hal tersebut seharusnya bisa menjadi jembatan pemersatu hingga ke pelosok negeri.

Massifnya perkembangan teknologi dengan kemudahan digitalisasi di berbagai bidang, justru dapat menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar. Namun menurutnya, akan menjadi berkah jika mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lansekap ekonomi berbasis digital dunia.

“Mari bersama-sama kita jauhkan duni digital dari analisir-analisir pemecah-belah dan konten-konten negatif, agar anak-anak kita bebas bekreasi, bersilaturahmi, berekspresi, dan mendapatkan manfaat darinya,” kata Ahmad Marzuqi, saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Halaman Kantor Setda Jepara, Senin (21/5).

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-110 tahun ini, mengusung tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital. Dengan momen peringatan ini, diharapkan mampu menyadarkan setiap masyarakat agar lebih mengembangkan diri dan merebut setiap peluang. Baik meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak, baik oleh pemerintah, badan usaha, maupun masyarakat sendiri.

Dikatakannya, kunci ketika ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia adalah bersatu. Namun pada saat yang sama, dirinya menuturkan bahwa tantangan yang maha kuat menghadang di depan. Boedi Oetomo, diceritakannya telah mencontohkan cara berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal-muasal primordial. Hal tersebut yang akhirnya bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme dan menjadi bahan bakar kemerdekaan.

“Seharusnya kita terinspirasi bahwa kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam rundungan keterbatasan pun, telah mampu menghasilkan energi yang dasyat untuk membawa kepada kejayaan,” jelasnya. (DiskominfoJepara/AchPr)